Puskesmas Alabio, Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan upaya penanggulangan Ibu Hamil dengan status anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kalori) yang terdapat di beberapa desa di Kecamatan Sungai Pandan Alabio.

Ibu Hamil dengan resiko tinggi ini ditemukan pada saat petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap para Ibu Hamil di desa, baik pada saat berkunjung ke posyandu maupun ke poskesdes setelah dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas), dan pemeriksaan laboratorium hemoglobin pada Ibu Hamil.

Koordinator UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat), koordinator bidan/KIA, petugas gizi dan promkes pada saat rapat rutin bulanan UKM yang dihadiri oleh para pengelola/koordinator program lainnya di puskesmas menyadari akan adanya permasalahan Ibu Hamil resiko tinggi dengan status Anemia dan KEK ini, sehingga disepakati untuk melakukan rencana tindak lanjut berupa mengadakan pertemuan khusus untuk bumil risti yang dilaksanakan di puskesmas alabio.

Pertemuan Ibu Hamil resiko tinggi dengan status anemia dan KEK ini dilakukan dengan penuh kekeluargaan, dengan tempatnya yang terbuka di areal bermain anak puskesmas alabio.

Dalam kegiatan tersebut para ibu hamil mendapatkan penyuluhan kesehatan dari petugas promkes, ahli gizi dan bidan seputar kehamilan, mengenal tentang faktor-fartor resiko pada saat hamil, pengetahuan tentang anemia, bumil dengan satus KEK serta nasehat-nasehat yang sangat bermanfaat agar bisa melalui kehamilan dan persalinan dengan selamat.

Dalam kegiatan pertemuan ini, para ibu hamil tersebut selain mendapatkan pengetahun tentang kehamilan dan gizi yang bermanfaat, petugas gizi puskesmas alabio juga memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bumil, yang diharapkan bisa membantu meningkatkan status gizi ibu hamil tersebut selain pemberian kapsul penambah darah (Fe) pada tiap bulannya di posyandu dan poskesdes yang dilakukan oleh bidan desa.

Melalui pertemuan ini diharapkan para bumil resti anemia dan KEK tersebut mendapatkan pengetahuan, motivasi, dan kesadaran akan pentingnya makan makanan bergizi melalui prinsip isi piringku dan makan untuk berdua (ibu dan janin) sesuai dengan kemampuan serta bahan-bahan lokal yang ada disekitar mereka.