PIS-PK (Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga) di Kecamatan Sungai Pandan terus berlanjut, untuk keseluruhan 33 desa yang dikerjakan secara bertahap.

Dimulai dengan sosialisasi tingkat desa pada desa yang akan dilakukan kunjungan ke rumah-rumah warga desa untuk dilakukan pembinaan keluarga sehat nantinya oleh para petugas kesehatan puskesmas alabio.

Video dokumentasi kegiatan sosialisasi PIS-PK di desa

Astuti Rahmayanti,S.Gz atau yg disapa dengan panggilan “Ibu Astuti” adalah salah satu petugas gizi Puskesmas Alabio. Berdasarkan data permasalahan yang terdapat di masyarakat dalam hal gizi, maka ia pun melakukan kegiatan upaya kesehatan dibidang  gizi untuk membantu mayarakat dalam mengatasi masalah tersebut, sehingga menginspirasi baginya untuk membuat beberapa inovasi yang diberi nama “Amanah & Pejuang ASI”.

“AMANAH ( AlabioMAri makaN buAH )”

Sayur dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh serta mencegah kerusakan sel. Serat berfungsi untuk memperlancar pencernaan dan dapat menghambat perkembangan sel kanker usus besar.

Konsumsi sayur dan buah yang cukup akan menurunkan risiko sulit buang air besar (BAB/sembelit) dan kegemukan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular kronik.

Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi sayur dan buah terutama sayur dan buah lokal. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang.

Mengkonsumsi sayur dan buah merupakan salah satu syarat dalam memenuhi menu gizi seimbang. Sayur dan buah merupakan makanan penting yang harus selalu dikonsumsi setiap kali makan. Tidak hanya bagi orang dewasa, mengkonsumsi sayur dan buah sangat penting untuk dikonsumsi sejak usia anak-anak. Dengan diet tinggi sayur dan buah baik untuk melindungi kesehatan tubuh, termasuk dalam menjaga berat badan (Mitchell, 2012). Membiasakan anak untuk mengkonsumsi sayur dan buah sejak dini sangat penting karena pola diet yang diterapkan pada usia anak-anak akan mempengaruhi pola diet ketika dewasa (Horne dkk, 2010), jika ketika masih anak-anak memiliki pola diet yang buruk maka hingga dewasa pun akan tetap buruk (Mitchell, 2012) dan akan mempengaruhi kesehatannya (Friedman dkk, 2010). Begitu pula dengan mengkonsumsi sayur dan buah yang dibiasakan sejak dini agar menjadi suatu kebiasaan baik hingga dewasa. Akan tetapi, pada kenyataannya anak masih sulit untuk mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang memadai.

Upaya untuk meningkatkan pengetahuan anak  tentang gizi, khususnya pengetahuan buah dan sayur dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan gizi. Perlu dipahami pula bahwa tidak efektifnya pendidikan gizi pada anak semenjak usia dini berdampak pada pengetahuan yang kurang tentang pola konsumsi makanan yang sehatdan seimbang saat dewasa, sehingga menyebabkan perilaku yang salah (Kementrian Kesehatan RI, 2011). Masalah tersebut dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak. Anak dapat mempunyai peluang besar untuk menderita kurang gizi karena makanan yang dikonsumsi dalam jumlah sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan nutrisinya (Fitriani, 2009). Selain itu, anak dapat mengalami Stunting atau menjadi balita pendek. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pendidikan gizi sejak usia dini guna meningkatkan pengetahuan buah dan sayur pada anak. Upaya tersebut diharapkan dapat memotivasi anak untuk mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang memadai.

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya konsumsi buah dan sayur pada anak-anak adalah rendahnya pengetahuan mereka tentang gizi. Sediaoetama (2008) mengemukakanbahwa pengetahuan gizi berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam memilih makanan. Pengetahuan gizi yang baik diharapkan mempengaruhi konsumsi makanan yang baik sehingga dapat menuju status gizi yang baik pula. Kurang cukupnya pengetahuan tentang gizi dan kesalahan dalam memilih makanan akan berpengaruh terhadap status gizi (Sediaoetama, 2008). Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan pendidikan gizi pada anak.

Dalam Al Qur’an juga terdapat beberapa ayat yang menganjurkan kepada manusia agar mengkonsumsi buah-buahan. Seperti dalam QS Al Mu’minun:19 yang artinya “ Dengan itu KAMI tumbuhkan bagimu kebun-kebun kurma dan anggur, didalamnya terdapat buah-buahan yang banyak untuk kamu dan dari buah-buahan itu sebagian kamu makan”.

Ditinjau dari segi ilmiah, buah-buahan adalah sumber vitamin dan mineral. Sama halnya dengan sayuran, sebenarnya buah mengandung makronutrien yang lengkap, yaitu protein, lemak dan karbohidrat, walaupun relative dalam jumlah kecil bila dibandingkan dengan kandungan vitamin dan mineralnya. Kadar Karbohidrat dalam buah umumnya lebih tinggi dari pada sayuran, terutaman pada buah yang manis. Yang memberikan rasa manis pada buah bukan glukosa melainkan fruktosa. Mineral yang terdapat dalam buah serba lengkap yaitu kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, magnesium.  Vitamin dalam buah juga lengkap yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin C dan vitamin E.

Disamping kandungan nutrient yang serba lengkap buah juga mengandung serat makanan. Manfaat serat makanan adalah memberi isi atau volume didalam lambung sehingga menimbulkan rasa kenyang. Disamping itu serat makanan memperlancar buang air besar, sehingga mencegah terjadinya sembelit. ( Tirtawinata, 2006)

“PEJUANG ASI”

ASI eksklusif menurut World Health Organization ( WHO,2011) adalah hanya memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Namun bukan berarti setelah pemberian ASI eksklusif pemberian ASI dihentihan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berumur 2 tahun.

ASI merupakan makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi, bersifat ilmiah. ASI eksklusif adalah bayi hanya diber ASI selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air the, dan air putih serta tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan nasi tim kecuali witamin, mireral dan obat (Prasetyono, 2009).

ASI merupakan makanan terbaik yang diberikan ibu kepada bayinya. Komposisi ASI berubah menurut stadium penyusuan ( kolostrom, susu peralihan, susu matur) yang sesuai dengan kebutuhan bayi pada stadium itu, dan tidak dapat ditiru dengan pemberian susu formula. Komposisi yang terkandung dalam ASI adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air dengan komposisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan bayi. ASI mengandung 200 zat gizi dan pemberian kekebalan buat bayi hingga 20 kali lipat. Zat-zat itu antara lain putih telur, lemak, protein, kerbohidrat, vitamin, mineral, hormone pertumbuhan, berbagai enzim dan kekebalan.

Pemberian ASI sangat bermanfaat bagi ibu, keluarga dan Negara. Manfaat pemberian ASI antara lain, mencegah pendarahan pasca persalinan, mengurangi resiko terjadinya anemia, mengurangirisiko kanker ovarium dan payudara, memperkuat ikatan batin seorang ibu dengan bayi yang dilahirkan, sebagai salah satu metode KB sementara. Manfaat ASI bagi keluarga antara lain, mudah pemberiannya seperti tidak mencuci botol dan mensterilkan sebelum digunakan, menghemat biaya, bayi sehat dan jarang sakit sehingga menghemat pengeluaran keluarha. Manfaat ASI bagi Negara antara lain, menurunkan angka kesakitan dan kematian anak, mengurangi subsidi untuk rumah sakit, mengurangi devisa untuk membeli susu formula, meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa ( Astutik, 2014 )

ASI merupakan imunitas pertama, dan sekaligus dapat memberikan perlindungan terhadap diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan serta beberapa masalah kesehatan lainnya. Pemberian ASI membantu ibu dan bayi membentuk hubungan kasih saying yang sangat erat, sebuah proses yang disebut ikatan batin. Hubungan yang erat membantu bayi merasa aman dan dicintai, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

HASIL KEGIATAN KARYA INOVASI.

1.AMANAH( AlabioMAri makaN buAH )

KegiatanAlabio MAri makaN buAHsudah dimulai sejak bulan mei 2018. Setiap desa sudah melakukan penambahan buah pada PMT posyandu untuk mensukseskan program pemerintas ( Germas ) yang salah satunya anjuran untuk makan buah dan sayur. Diharapkan dengan pemberian contoh buah pada PMT posyandu dapat menjadikan anak gemar / suka makan buah dihari-hari selanjutnya setelah hari posyandu.

2. PEJUANG ASI

ASI eksklusif merupakan salah satu dari indicator cakupan Keluarga Sehat. Selain itu juga ASI Eksklusif masuk dalam tahapan 100 Hari Pertama Kehidupan yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada tahun 2016 melalui Dana DAK Non Fisik kami melakukan penyuluhan ASI eksklusif ke 33 desa yang ada diwilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio. Dari kegiatan yang kami lakukan, cakupan hasilnya masih kurang dari yang diharapakan. Selama penyuluhan sebagian besar yang hadir hanya ibu-ibu nya saja, selain itu peserta yang hadir rata-rata sudah mempunyai balita, sangat jarang yang hadir calon-calon ibu yang akan menjadi pejuang ASI.

Pada tahun 2017 masih dengan menggunakan dana DAK Non Fisik, kami mengubah sasaran kami menjadi ke sekolah-sekolah. Siswa-siswi yang diberi penyuluhan adalah kelas IIX dengan jumlah 300 siswa-siswi. Maret yang diberikan pada waktu penyuluhan meliputi, 1.) Pengertian ASI Eksklusif, 2.) Dasar Hukum Pemberian ASI Eksklusif, 3.) Keuntungan Menyusui, 4.) Kandungan ASI, 5.) Perbedaan ASI & Susu Formula, 6.) Cara menyimpan dan memompa ASI, 7.) Posisi menyusui dan cara pelekatan yang baik 8.) Tanda-tanda bayi tidak cukup ASI, 9.) Puasa Bagi Ibu Menyusui, 10.) Mitos seputar menyusui, 11.) Peran Ayah ASI

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi siswa-siswi yang akan menjadi calon ayah dan ibu untuk lebih percaya diri dan tidak bingung tentang bagaimana memberikan ASI eksklusif dan dapat mengatasi masalah-masalah yang berhubungan seputar menyusui. Mungkin kegiatan ini tidak dapat diukur dalam waktu dekat, tp kami harapkan kedepannya 2-3 tahun lagi generasi penerus yang sudah mendapatkan penyuluhan ini dapat mensukseskan program pemerintah dalam hal pemberian ASI Eksklusif.

 

INOVASI GIZI AMANAH DAN PEJUANG ASI 

↑ klik kalimat tulisan di atas untuk melihat makalah tentang inovasi “Amanah & Pejuang ASI” dengan cara mendownload

Inovasi “AMANAH” (Alabio Mari Makan Buah) dilakukan untuk menggerakkan masyarakat agar melakukan kegiatan “Germas” (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang bermanfaat bagi kesehatan di Kecamatan Sungai Pandan yang masih rendah.

Kegiatan ini ditujukan kepada semua lapisan masyarakat. Bahkan melalui posyandu balita dengan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang diantaranya terdapat buah-buahan, agar meningkatkan minat masyarakat untuk membawa anaknya ke posyandu dan memperkenalkan buah-buahan sedini mungkin kepada anak-anak.

Dengan diadakannya PMT di setiap posyandu selain meningkatkan minat kunjungan, juga berfungsi untuk memberikan contoh dan pembetukan perilaku sehat yaitu senang mengkonsumsi buah dalam kehidupan keseharian. Sedangkan sumber pendanaan berasal dari anggaran desa dan dikelula oleh kader kesehatan desa itu sendiri, yang merupakan wujud dari pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.

Dengan demikian permasalahan pemantauan pertumbuhan bayi balita, imunisasi dan edukasi tentang KIA (Kesehatan Ibu & Anak), ASI eksklusif bisa terpenuhi disaat para orang tua datang berkunjung ke posyandu.

Selain itu kegiatan “AMANAH” ini juga dilakukan dalam setiap acara kegiatan pertemuan/rapat baik di tingkat kecamatan maupun di desa dengan menyajikan buah dari sebagian konsumsi pertemuan yang disajikan.

“Buah yang dikemas sedemikian rupa sehingga lebih mudah dalam penyajian acara pertemuan/rapat”

“Acara kegiatan dengan menyajikan buah-buahan dalam menu konsumsi peserta”

“Acara kegiatan di lapangan pahlawan Amuntai, dengan menyajikan buah dan sayur untuk menumbuhkan perilaku makan buah dan sayur bagi manyarakat”

“Sosialisasi germas di aula puskesmas alabio”

Bidan desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan Kab.Hulu Sungai Utara, Ibu Reka Royani,Amd.Keb melaksanakan kegiatan inovasi “Gema Sehati” (Gerakan Mantap Sehat Reproduksi) kegiatan inovasi ini dilatar belakangi masih banyaknya permasalahan KB dan Kebidanan di desa tempat ia bertugas.

Kegiatan Gema Sehati ini mendapatkan dukungan dari kepala desa, para kader, dan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kemitran dengan lintas sektor terkait diantaranya Balai Penyuluh KB Kecamatan, TNI Manunggal KB Kesehatan melalui para anggota koramil dan Babinsa desanya.

Dalam kegiatan Gema Sehati kali ini di bantu oleh Bidan Koordinator Puskesmas Alabio Ibu Hj.Siti Aisyah dan para bidan desa lainya, melakukan penyuluhan kesehatan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa, pemeriksaan IVA sebagai detiksi dini kanker rahim, pemeriksaan kanker payudara, dan pemasangan alat kontrasepsi massal.

Kegiatan ini bertempat di Poskesdes Rantau Karau Tengah, yang mendapatkan sambutan antusias dari warga desa. Para wanita yang ikut berperan serta aktif dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 35 orang yang berasal dari para ibu-ibu desa yang ada disekitar. Dalam kegiatan Gema Sehati ini juga melibatkan lintas program puskesmas lainnya yaitu dari pengelola program PTM (Penyakit Tidak Menular) Puskesmas Alabio Bapak Ilham Akbar,AMK sehingga kegiatan ini pun dapat terlaksana.

Penanda tanganan kometmin bersama untuk mensukseskan kegiatan “Gema Sehati”

Kegiatan “Gema Sehati” dihadiri oleh anggota koramil kecamatan dan Babinsa, sebagai bentuk kemitran dalam program TNI Manunggal KB Kesehatan.

Puskesmas Alabio, Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan upaya penanggulangan Ibu Hamil dengan status anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kalori) yang terdapat di beberapa desa di Kecamatan Sungai Pandan Alabio.

Ibu Hamil dengan resiko tinggi ini ditemukan pada saat petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap para Ibu Hamil di desa, baik pada saat berkunjung ke posyandu maupun ke poskesdes setelah dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas), dan pemeriksaan laboratorium hemoglobin pada Ibu Hamil.

Koordinator UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat), koordinator bidan/KIA, petugas gizi dan promkes pada saat rapat rutin bulanan UKM yang dihadiri oleh para pengelola/koordinator program lainnya di puskesmas menyadari akan adanya permasalahan Ibu Hamil resiko tinggi dengan status Anemia dan KEK ini, sehingga disepakati untuk melakukan rencana tindak lanjut berupa mengadakan pertemuan khusus untuk bumil risti yang dilaksanakan di puskesmas alabio.

Pertemuan Ibu Hamil resiko tinggi dengan status anemia dan KEK ini dilakukan dengan penuh kekeluargaan, dengan tempatnya yang terbuka di areal bermain anak puskesmas alabio.

Dalam kegiatan tersebut para ibu hamil mendapatkan penyuluhan kesehatan dari petugas promkes, ahli gizi dan bidan seputar kehamilan, mengenal tentang faktor-fartor resiko pada saat hamil, pengetahuan tentang anemia, bumil dengan satus KEK serta nasehat-nasehat yang sangat bermanfaat agar bisa melalui kehamilan dan persalinan dengan selamat.

Dalam kegiatan pertemuan ini, para ibu hamil tersebut selain mendapatkan pengetahun tentang kehamilan dan gizi yang bermanfaat, petugas gizi puskesmas alabio juga memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bumil, yang diharapkan bisa membantu meningkatkan status gizi ibu hamil tersebut selain pemberian kapsul penambah darah (Fe) pada tiap bulannya di posyandu dan poskesdes yang dilakukan oleh bidan desa.

Melalui pertemuan ini diharapkan para bumil resti anemia dan KEK tersebut mendapatkan pengetahuan, motivasi, dan kesadaran akan pentingnya makan makanan bergizi melalui prinsip isi piringku dan makan untuk berdua (ibu dan janin) sesuai dengan kemampuan serta bahan-bahan lokal yang ada disekitar mereka.

Kader posyandu Hj.Ainun Jariah dari Desa Sungai Pandan Hulu Kecamatan Sungai Pandan Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara, tampil ke provinsi kalimantan selatan sebagai salah satu peserta lomba penyuluhan kader kesehatan Tk.Provinsi Kal-Sel dalam acara Jambore Kader Posyandu di Banjarmasin. Dengan dihadiri oleh semua perwakilan kabupaten yang ada di Kal-Sel, kader posyandu Hj.Ainun Jariah dari alabio tampil memukau di atas panggung. Dengan tema stunting, Ibu Ainun nama panggilan sehari-harinya menjelaskan dengan mudah dan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami, sesekali mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para pendengar.

Apa itu stunting? Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama,umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Apa tanda-tanda anak mengalami stunting?

1 Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya

2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya

3. Berat badan rendah untuk anak seusianya

4. Pertumbuhan tulang tertunda.

Stunting bisa terjadi karena beberapa faktor, selain kurangnya gizi yang seimbang sejak anak dalam kandungan, ketidakseimbangan hormon yang dipicu stress, juga riwayat kesehatan anak yang sering terserang infeksi di usia dini.

Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak, namun dapat juga berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental. Selain itu, anak yang mengalami stunting akan punya riwayat kesehatan yang kurang baik karena daya tahan tubuhnya juga buruk. Dan stunting bisa menurun (degenerative) ke generasi berikutnya.

Bagaimana cara mencegah stunting ? Cara terbaik dimulai sejak dalam kandungan. Janin perlu diberikan asupan gizi yang baik dan seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu selama masa kehamilan juga diperlukan untuk memastikan berat badan ibu sesuai dengan usia kehamilan. Ibu hamil tidak boleh mengalami anemia, selain itu konsumsi alkohol selama masa kehamilan harus dihindari karena dapat menyebabkan Anak yang terlahir dengan sindrom alkohol janin (Fetus Alcohol Syndrome/FAS) yang dapat menjadikan anak mengalami stunting.

Setelah anak lahir, jangan lupa untuk memberikan ASI, vaksinasi dan berikan asupan makanan yang seimbang dan sesuai dengan usianya, terutama ketika anak masih dalam tahapan belajar makan (MPASI) . Jangan biarkan anak mengalami sakit infeksi yang berulang, jaga kesehatan anak dan sanitasi lingkungan. Sanitasi yang buruk kerap membawa penyakit-penyakit yang sifatnya infeksius (cacingan, muntaber, tipus) dan ini menjadi salah satu penyebab stunting.

 

Puskesmas Alabio, melaksanakan kegiatan PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Kegiatan ini dilakukan dimana para petugas kesehatan dari berbagai latar pendidikan seperti perawat, bidan, gizi, kesling/sanitarian, kesehatan masyarakat. Datang ke semua rumah-rumah warga secara keseluruhan, tanpa kecuali.

Mereka para petugas kesehatan puskesmas alabio, dalam melakukan kunjungan rumah dalam rangka pembinaan keluarga sehat ini, dengan membawa paket keluarga sehat yang terdiri dari alat pengukur tekanan darah (Tensimeter), steteskop, PINKESGA (Paket Informasi Kesehatan Keluarga), manual prokesga, stiker rumah, dan alat tulis. Dengan membawa perbekalan tersebut, para petugas kesehatan bersilaturahim ke rumah-rumah warga untuk melakukan wawancara kesehatan.

Dalam kegiatan perbincangan dengan keluarga yang dikunjungi tersebut, apabila ada ditemukan permasalahan tentang kesehatan maka pihak keluarga bisa langsung berkonsultasi dengan petugas kesehatan yang datang berkunjung.

Petugas kesehatan juga akan melakukan intervensi awal (penyuluhan kesehatan sebagai bentuk promosi kesehatan) terhadap keluarga. Jika masalah kesehatan yang ditemukan memerlukan penanganan yang lebih lanjut, maka petugas sorveyor PIS-PK akan melaporkan dengan pengelola program terkait di puskesmas, yang selanjutnya akan dilakukan intervensi lanjutan.

Kegiatan PIS-PK ini disambut baik oleh masyarakat desa, pihak keluarga merasa senang ketika dikunjungi oleh petugas kesehatan di rumahnya. Selain mendapatkan pemeriksaan tekanan darah gratis, keluarga bisa berkonsultasi tentang masalah kesehatan yang sedang mereka hadapi.

(Petugas kesehatan sedang melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah warga yang mereka kunjungi)

(Petugas sorveyor PIS-PK puskesmas alabio sedang melakukan wawancara kesehatan di teras rumah warga desa yang mereka kunjungi).

Video kegiatan PIS-PK di lapangan :

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) provinsi Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan observasi sekaligus pembinaan dalam pelayanan puskesmas ramah anak ke UPT. Puskesmas Rawat Inap Alabio Rabu, 7 Nopember 2018. Dengan didampingi oleh DPPPA Kabupaten Hulu Sungai Utara rombongan provinsi meninjau tentang pelaksanaan pelayanan dan sarana prasarana yang terdapat di puskesmas dalam rangka ramah anak.

Foto bersama di depan ruang TFC (tempat pemulihan anak dengan gizi buruk).

Anak adalah seseorang yang berusia di bawah 18 tahun, termasuk anak di dalam kandungan.

Pelayanan ramah anak di Puskesmas (PRAP) adalah upaya atau pelayanan di puskesmas yang dilakukan berdasarkan pemenuhan, perlindungan dan penghargaan atas hak-hak anak sesuai 4 (empat) prinsip perlindungan anak, yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak.

Di puskesmas alabio, pada bagian tengah gedung rawat jalan terdapat ruang terbuka yang cukup luas yaitu “Taman Barmain Anak” yang bisa digunakan oleh keluarga atau pasien anak selama berobat ke puskesmas. Disamping taman bermain terdapat beberapa bangku untuk menunggu yang nyaman dan berjarak aman dengan ruang tunggu pasien.

Tak jauh dari taman bermain ini, terdapat poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), poli MTBS, ruang konsuling, poli gigi dan poli gizi yang juga menyediakan pojok laktasi / menyusui bagi ibu-ibu yang mambawa anak bayi/balitanya. Dan unit pelayanan kesehatan lainnya.

Puskesmas alabio juga menyediakan korsi roda dan petugas yang siap membantu untuk pasien anak dengan disabilitas. Bukan hanya itu, dalam hal kegiatan pemberdayaan masyarakat ada program UKS (Upaya Kesehatan Sekolah), posyandu balita, kesehatan remaja melalui program PKPR, penyuluhan kesehatan untuk anak sekolah, kesehatan gigi dan mulut anak sekolah serta ibu hamil, kegiatan program KIA di desa dengan melibatkan kader kesehatan, DDTK (Detiksi Dini Tumbuh Kembang) anak dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kesehatan anak-anak.

Detiksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)

Prof.Dr.Husaini Mahdin Anwar adalah salah satu pakar atau tokoh gizi Indonesia yang telah banyak menyumbangkan pemikirannya untuk dunia kesehatan khususnya perkembangan kesehatan gizi di Indonesia.

Beliau bersama istrinya Prof.Dr.Yayah Husaini, adalah penggagas berdirinya “Taman Gizi” yang awalnya sebagai wadah penelitian gizi mereka, yang kemudian oleh pemerintah Indonesia diterapkan secara nasional di seluruh tempat di Indonesia yang kita kenal dengan “Posyandu” sampai sekarang.

Prof.Dr.Husaini telah melakukan 100 lebih penelitian baik di Indonesia maupun di luar negeri yang telah dipublikasikan/ dipresentasikan di berbagai jurnal internasional dan nasional, 150 artikel ilmiah populer telah diterbitkan di berbagai media massa. Sehingga dikenal sebagai peneliti paling produktif yang membawa nama harum Indonesia di dunia internasional. Wajar jika beliau dianugerahi penghargaan “Kalyanakretya Award” (penghargaan atas kontribusi sangat nyata atas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesehatan, kesejahteraan, dan sumber daya manusia) dari Menristek yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia pada Ulang Tahun Kemerdekaan ke-55. Penganugerahan award pada Tanggal 10 Agustus 2000 dalam menghadapi era baru abad ke-21.

Pak Husaini panggilan akrabnya tokoh gizi kelahiran Alabio ini. Apabila pulang kampung ke desa Pandulangan Kec.Sungai Pandan Alabio, sering mampir ke puskesmas alabio untuk bersilaturahim, dan beramahtamah dengan para petugas gizi puskesmas.

Dr.Husaini bersama para petugas gizi Puskesmas Alabio