Pada usia sebelum 6 bulan, bayi hanya diberi ASI (Air Susu Ibu) atau dikenal sebagai ASI Eksklusif, karena pada usia itu ASI memenuhi semua kebutuhan bayi untuk tumbuh-kembang. Selama ASI Eksklusif bayi tidak diberi makanan ataupun minuman lain walaupun itu hanya air putih. Makanan ataupun minuman selain ASI akan menyebabkan berkurangnya keinginan menyusu sehingga menurunkan produksi ASI. Akhirnya bayi berhenti menyusu.

Pada usia diatas 6 bulan, ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan karena itu ditambah makanan lain disamping ASI, disebut makanan pendamping ASI (MP-ASI). Makanan tambahan ini berguna untuk memenuhi kebutuhan zat-zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Mula-mula MP-ASI diberikan dalam bentuk cairan semisal jus buah, lalu kueh mari, seterusnya makanan lunak, makanan saring, terakhir makanan orang dewasa, sesuai dengan perkembangan fisiologi dan pencernaan bayi. Selain itu bayi sedang dalam proses belajar makan. Pada bayi ditanamkan kebiasaan makan yang baik. Dianjurkan untuk memperkenalkan bermacam-macam bahan makanan sehingga kelak yang bersangkutan menyenangi bermacam bahan makanan terutama bahan makanan yang ada disekitarnya.

Dr. Yayah Kusbandiah dan suami beliau Dr.Husaini Mahdin Anwar, dua pakar gizi nasional ini bersama para petugas gizi puskesmas alabio melakukan demo memasak makanan bayi bergizi yang bertempat di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Desa Pandulangan Kecamatan Sungai Pandan Kalimantan Selatan, yang dulunya adalah rumah orang tua dari Bapak Dr.Husaini diwaktu kecil yang sekarang dijadikan panti asuhan putri.

Beliau mengajarkan kepada para kader kesehatan desa, ibu hamil, dan ibu yang mempunyai bayi di desa pandulangan tentang bagaimana membuat makanan bagi bayi yang sehat dan bergizi, sehingga gizi bayinya bisa tetap terjaga dan membantu dalam perkembangan kecerdasan otak bayi. Makanan pendamping ASI ini adalah cara untuk mencegah terjadinya stunting di masyarakat.

Dr.Yayah menerangkan tentang alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan MP-ASI.

Dr.Husaini menerangkan tentang KMS perkembangan yang mereka ciptakan/temukan dari hasil penelitian selama bertahun-tahun.

Selama hampir 50 tahun hanya ada penemuan KMS pertumbuhan, yang dari hasil penelitian mereka akhirnya KMS perkembangan ditemukan oleh Dr.Yayah dan Dr.Husaini sehingga mendapatkan aprisiasi oleh para pakar di dunia yang sekaligus mengharumkan nama bangsa Indonesia. Hasil penelitian mereka inilah yang menjadi dasar para peneliti-peneliti di dunia dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dunia kesehatan anak oleh para pakar pediatrik dunia di amerika, disebabkan sekarang kita bukan hanya bisa memantau pertumbuhan bayi/balita tapi sekarang juga perkembangannya agar bisa sehat.

Peserta yang hadir mencicipi makanan yang telah dibuat.

Petugas gizi puskesmas alabio berdiskusi untuk pelaksanaan demo memasak di Hotel Balqis Amuntai tempat beliau sering menginap disaat pulang ke Amuntai.

Petugas gizi puskesmas alabio dan beliau berbelanja alat serta bahan untuk keperluan demo memasak.

Istirahat sejenak di empiran toko sambil menemani istri beliau berbelanja.

Beliau bersama kepala puskesmas alabio dr.Hj.Norsalihah berpamitan setelah selesai acara demo memasak.

Aprisiasi dunia Internasional terhadap KMS Perkembangan. Tetapi Dr.Husaini Mahdin Anwar yang lahir di Desa Pandulangan Alabio, yang sekarang berusia 79 tahun ini berkata “Orang yang pandai itu adalah yang mempersiapkan dirinya untuk kehidupan selanjutnya” sehingga tawaran untuk bekerja di luar negeri pun ditulaknya dan lebih memilih tinggal di Indonesia bersama istri tercinta.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *